LAPORAN PKL PT. SMART TBK (POLINEMA)


BAB I

PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan

Perkembangan teknologi dan industri di dunia sekarang ini sangat pesat. Indonesia sebagai salah satu bagian dari masyarakat dunia, perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan mereka yang berasal dari negara lain, terutama bagi mereka yang berasal dari negara maju. Sebab di era globalisasi ini, hanya mereka yang mampu berkompetisi yang akan bertahan.
Pendidikan dan latihan tidak hanya cukup dilakukan dengan pendekatan empiris dan simulasi seperti lazim dilakukan pada media pendidikan formal. Terlalu banyak variabel – variabel teknik yang menjadi kendala tersendiri untuk tercapainya pendekatan teoritis, sehingga masukan dari lapangan sangat diperlukan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat diterapkan.
Dengan adanya kontak langsung mengadakan tukar menukar informasi antara perguruan tinggi dan industri, diharapkan dapat menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dimana industri bisa mendapatkan solusi atas problem – problem yang sedang dihadapi, di lain pihak perguruan tinggi bisa mendapatkan input baru yang bisa digunakan untuk menghasilkan perbaikan sistem pendidikan yang sedang diterapkan.
Industri sebagai salah satu penyerap sumber daya manusia dan perguruan tinggi sebagai penyedia sumber daya manusia harus saling bekerjasama dengan baik. Hal ini juga merupakan upaya dari pihak pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
Wawasan dari mahasiswa tentang dunia kerja sangat diperlukan, sehingga dapat mengetahui teknologi yang sedang berkembang dan dapat mengaplikasikannya serta mampu memberikan wadah pembelajaran untuk mengetahui fakta dan aplikasi dalam dunia industri.
Kerja praktek industri merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Politeknik Malang khususnya kami sebagai mahasiswa jurusan teknik elektro program studi D-IV Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang hal – hal yang terjadi di dunia kerja baik itu mengenai sistem kontrol dan instrumentasi maupun bidang yang lain terutama dibidang elektronika di PT. SMART Tbk.
Pemahaman tentang permasalahan di dunia perusahaan  diharapkan untuk menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan, sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era globalisasi dewasa ini.

1.2    Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan diadakannya Praktek Kerja Lapangan ialah :
1.      Kegiatan praktek kerja lapang ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga praktis yang kreatif, cekatan serta jujur dalam melaksanakan tugas dan bertanggungjawab.
2.      Menguji kemampuan pribadi untuk berkreasi sesuai ilmu yang dipelajari serta tata cara hubungan masyarakat dalam industri.
3.      Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya pada kegiatan nyata, dengan demikian akan tahu perbandingan antara pengetahuan di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.
4.      Memperdalam dan meningkatkan keterampilan  diri  yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki.
5.      Menambah wawasan kerja yang didapat dari berinteraksi dengan profesional-profesional di bidangnya.
6.      Meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

1.3    Kegunaan

Ø Bagi Mahasiswa:

a)    Menguji kemampuan pribadi untuk berkreasi, sesuai dengan ilmu yang dipelajari serta tata cara hubungan masyarakat dalam hubungan dengan dunia kerja yang sarat dengan persaingan.
b)   Mampu mengambil manfaat yang diperoleh dalam dunia kerja untuk memperdalam dan meningkatkan kualitas, keterampilan dan kreatifitas pribadi yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki.
c)    Melatih diri agar tanggap dan peka dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungan kerja serta mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan di masa yang akan datang.
d)   Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan, penyerapan dan pemecahan masalah yang berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh.

Ø Bagi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang:

a)    Mencetak calon tenaga kerja yang terampil dan jujur dalam dalam menjalankan tugas. Sebagai masukan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana kurikulum yang sudah diterapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang terampil di bidangnya.
b)   Sebagai sarana pengenalan instansi pendidikan Politeknik Negeri Malang khususnya Jurusan Teknik Elektro, kepada badan usaha perusahaan yang membutuhkan lulusan atau tenaga kerja yang dihasilkan oleh Politeknik Negeri Malang.

Ø Bagi Perusahaan yang bersangkutan:

a)    Memanfaatkan sumber daya yang potensial.
b)   Membantu menyelesaikan pekerjaan yang terdapat pada perusahaan tempat mahasiswa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
c)    Sebagai sarana untuk menjembatani hubungan kerja sama antara perusahaan dengan Politeknik dimasa yang akan datang, khususnya mengenai rekruitmen tenaga kerja.
d)   Sebagai sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan yang ada di Politeknik Negeri Malang.

1.4    Perumusan Masalah

Rumusan masalah ditekankan pada :
1.    Apa fungsi dan bagian-bagian pada Panel Margarine?
2.    Jelaskan program yang menjalankan PLC?
3.    Bagaimana prinsip kerja PLC pada Panel Margarine?

1.5    Batasan Masalah

1.    Pembahasan modular PLC
2.    Pembahasan kegunaan Counter pada Panel

1.6    Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah di bagian Maintenance Electrical PT. SMART Tbk, Surabaya – Jawa Timur.

1.7    Metode

Setelah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, mahasiswa diwajibkan untuk menyusun laporan. Laporan tersebut berisi hal-hal yang dipelajari selama melaksanakan kegiatan PKL di perusahaan. Untuk keperluan tersebut, dilakukan pengumpulan data yang akan dibahas dalam laporan PKL.
Berikut adalah metode pengumpulan data pada Praktik Kerja Lapangan :
1.    Observasi di lapangan dan penjelasan dari pembimbing terkait dengan equipment yang digunakan pada proses produksi.
2.    Wawancara dengan pembimbing dan beberapa staf perusahaan tentang proses dan sistem yang terkait dengan permasalahan pada Praktik Kerja Lapangan.
3.    Studi literature dengan mempelajari buku-buku pendukung dan video yang bersangkutan dengan bahasan yang dipelajari.

1.8    Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan untuk Praktik Kerja Lapangan di PT SMART Tbk, Surabaya – Jawa Timur dari tanggal 11 Desember 2018 – 11 Januari 2019 dengan jam kerja Pkl 08:00 – 17:00 WIB.


BAB II

RUANG LINGKUP PT. SMART Tbk.


2.1    Profil PT. SMART Tbk.

Gambar 2.1 Logo PT. SMART Tbk.
PT SMART Tbk (SMART) adalah salah satu perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada produksi minyak sawit yang berkelanjutan.
Perkebunan kelapa sawit SMART mencakup lebih dari 138,000 hektar (termasuk plasma).  Aktivitas utama kami adalah penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit, dan pemrosesan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, biodiesel dan oleokimia, serta perdagangan produk berbasis kelapa sawit ke seluruh dunia.
Selain minyak curah dan industri, produk turunan SMART juga dipasarkan dengan berbagai merek seperti Filma dan Kunci Mas.  Saat ini, merek-merek tersebut diakui kualitasnya dan memiliki pangsa pasar yang signifikan di segmennya masing-masing di Indonesia.
Didirikan tahun 1962, SMART tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1992 dan berkantor pusat di Jakarta. Sebagai anak perusahaan dari Golden Agri-Resources (GAR), SMART juga mengelola kegiatan usaha di sektor oleokimia, dibawah Sinar Mas Oleochemical, SMART Research Institute (SMARTRI), dan SMART Biotechnology Centre sebagai bagian dari kegiatan operasionalnya.

2.2    Sejarah Perusahaan

Didirikan tahun 1962, SMART tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1992 dan berkantor pusat di Jakarta. Sebagai anak perusahaan dari Golden Agri-Resources (GAR), SMART juga mengelola kegiatan usaha di sektor oleokimia, dibawah Sinar Mas Oleochemical, SMART Research Institute (SMARTRI), dan SMART Biotechnology Centre sebagai bagian dari kegiatan operasionalnya.
1962       Didirikan dengan nama PT. Maskapai Perkebunan Sumcama Padang Halaban.
1992       Mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
2002       Mulai fokus ke bisnis utama dengan menjual perkebunan teh dan pisang.
               Menerima sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen kualitas pabrik kelapa sawit.
2005       Mengkonversi hutang pemegang saham sebesar US$ 205 juta menjadi ekuitas.
               Pemecahan nilai nominal saham 1 menjadi 5.
               Menjadi anggota aktif Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
2008       Pabrik rafinasi terakreditasi dengan sertifikat ISO 22000 atas manajemen keamanan pangan.
               Membangun pabrik rafinasi baru di Kalimantan Selatan.
2011       Menerima Sertifikasi RSPO yang pertama.
2012       Mencapai rekor produksi CPO sebesar 765.000 ton.
               Menerima Sertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) yang pertama.
               Berhasil menerbitkan obligasi senilai Rp 1  triliun.
2014       Menerima Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang pertama.
2015       Meningkatkan kapasitas oleokimia di Belawan sebesar 152.000 ton per tahun.
2016       Mengoperasikan pabrik biodiesel pertama di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 300.000 ton per tahun.
2017       Menyelesaikan pabrik biodiesel yang ke-dua di Marunda dengan kapasitas tahunan 300.000 ton.
               Meluncurkan material tanam baru berkualitas unggul – Eka 1 dan Eka 2.
               Menjadi pemenang Sustainable Business Awards Indonesia 2017 untuk kategori Penggunaan Lahan, Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan dalam dua tahun berturut-turut.
               Menerima penghargaan Social Business Innovation Award 2017 untuk kategori Perkebunan dari majalah Warta Ekonomi.
               Mencapai 100% Kemamputelusuran ke Perkebunan atas seluruh pabrik kelapa sawit milik sendiri.

2.3    Lokasi PT. SMART Tbk

Lokasi PT. SMART Tbk ini berada di Jl. Rungkut Industri Raya No. 19 Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini menghasilkan produk curah seperti minyak sawit mentah, inti sawit, minyak inti sawit, bungkil sawit, olein, stearin, dan cocoa butter substitute dari fasilitas produksi kelapa sawit yang terintegrasi. PT. SMART Tbk juga memproduksi serangkaian produk olahan bermerek seperti minyak goreng, margarin, butter oil substitute, shortening dan lemak untuk para konsumen, restoran, hotel, kafe dan pasar industri.
Gambar 2.2 Area depan PT. SMART Tbk.

2.4    Visi, Misi dan Budaya Perusahaan

2.4.1   Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan agribisnis dan produk konsumen global yang terintegrasi dan terbaik – menjadi mitra pilihan.
2.4.2   Misi Perusahaan
Secara efisien, kita menyediakan produk, solusi, serta layanan agribisnis dan konsumen, yang berkualitas tinggi serta berkelanjutan, guna menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan kami.
2.4.3   Budaya Perusahaan
Karyawan SMART memainkan peranan penting bagi Perusahaan dalam mencapai kesuksesan serta mengatasi tantangan dalam pengembangan bisnis. Karyawan kami berkomitmen pada nilai-nilai perusahaan sebagai berikut:
Integritas : Bertindak sesuai ucapan maupun janji sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan pihak lain.
Sikap Positif : Menampilkan perilaku yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang saling menghargai dan kondusif.
Komitmen : Melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati untuk mencapai  hasil terbaik.
Perbaikan Berkelanjutan : Meningkatkan kemampuan atau kapasitas diri, unit kerja, dan organisasi secara terus menerus untuk mencapai hasil terbaik.
Inovatif : Memunculkan gagasan atau menciptakan produk /alat kerja/sistem kerja baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan perusahaan.
Loyal : Menumbuhkembangkan semangat untuk mengerti, memahami dan melaksanakan nilai-nilai Perusahaan sebagai bagian dari keluarga besar SMART.
Dengan nilai-nilai tersebut sebagai dasar, esensi dari budaya Perusahaan dapat ditunjukkan melalui empat cara:
Prestasi : Kita menghasilkan kinerja yang luar biasa
Rasa Memiliki : Kita hanya melakukan apa yang terbaik bagi Perusahaan
Kolaborasi : Kita bekerja sebagai satu tim
Sumber Daya Manusia : Kita mewujudkan potensi Sumber Daya Manusia kita

2.5    Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

PT. SMART Tbk, Surabaya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan makanan, dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya berkomitmen untuk melakukan pencegahan pencemaran lingkungan, pencegahan kebakaran, serta pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Perusahaan akan mematuhi peraturan perundangan dan ketentuan Lingkungan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (LK3) yang terkait dengan kegiatan operasional perusahaan berlandaskan pada dasar hukum Undang-Undang RI No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.

2.6    Struktur Organisasi PT. SMART Tbk

Bentuk organisasi yang digunakan oleh PT. SMART Tbk, Surabaya adalah organisasi tipe garis (line) dan staf. Aliran pembagian wewenang dan tugas dalam organisasi perusahaan PT. SMART Tbk, Surabaya adalah atasan kepada bawahan dan akhirnya kepada pekerja lapangan atau worker.


BAB III
DASAR TEORI


3.1    Programmable Logic Controller (PLC)

Programmable Logic Controller atau biasa kita sebut PLC adalah sebuah alat kontrol yang dapat menerima input dan memberikan output. Input yang dimaksud adalah digital input dan analog input, sedangkan output adalah digital output dan analog output. Jika mengambil pengertian dari singkatan PLC.
Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan. Sehingga definisi PLC adalah alat pengontrol yang dapat diprogram secara logika.

Gambar 3.1 Omron PLC
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.
Saat belajar PLC, maka harus tahu dasar dasar PLC termasuk fungsinya. sebenarnya fungsi PLC adalah tak terbatas, tergantung dari si pemakai PLC itu sendiri. Namun dalam prakteknya, fungsi PLC dapat dibagi menjadi dua, yakni fungsi umum dan fungsi khusus.
3.1.1        Fungsi umum
Secara umum, PLC memiliki dua fungsi, yakni sebagai kontrol sekuensial dan monitoring plant. Fungsi kontrol sekuensial dapat diartikan sebagai penjagaan agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial (pemrosesan input sinyal biner menjadi output) berlangsung dalam urutan yang benar dan tepat.
Sedangkan fungsi monitoring plant dapat diartikan sebagai proses memantau sebuah sistem (seperti temperatur, tekanan, tingkat ketinggian), lalu mengambil tindakan yang dibutuhkan sehubungan dengan proses yang telah di kontrol tadi, misalnya nilai sudah melebihi batas, atau menampilkan pesan tersebut ke operator agar mendapatkan tindak lanjut yang tepat.
3.1.2        Fungsi khusus
PLC memiliki fungsi khusus, yakni memberikan masukan atau input ke CNC (Computerized Numerical Control) untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. Perlu diketahui bahwa CNC memiliki ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan PLC. CNC biasanya digunakan untuk proses finishing, membentuk benda kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya.

3.2    Counter

Counter atau biasa dipanggil pencacah adalah suatu piranti elektronika yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang masuk melalui inputnya.Piranti ini tersusun dari sau atau beberapa flip-flop yang dirangkai secara terstruktur sehingga setiap pulsa masukan akan menambah nilai cacahan. Berdasarkan pengertiannya, Counter berfungsi untuk melakukan penghitungan angka secara berurutan baik itu perhitungan maju ataupun perhitungan mundur. Yang dimaksud dengan perhitungan maju adalah di mana rangkaian akan menghitung mulai dari angka yang kecil menuju angka yang lebih besar dan sebaliknya untuk perhitungan mundur. Perintah perhitungan pada suatu Counter dikendalikan oleh masukan signal yang masuk pada terminal input signalnya. Contoh Counter dan Diagram terminal Counter  ditunjukkan seperti pada gambar di bawah:
Gambar 3.2 Counter dan Diagram Terminal Counter
Counter secara umum digunakan sebagai alat penghitung dalam sebuah proses, seperti halnya menghitung jumlah benda yang melewati sebuah jalur produksi pada gambar di bawah:
Gambar 3.3 Alat penghitung menggunakan Counter
Sistem tersebut menggunakan counter untuk menghitung jumlah botol yang melintas pada konveyor. Counter akan memiliki nilai target tertentu untuk dicapai, saat nilai tersebut tercapai counter akan memutuskan bagaimana dan kapan menyesuaikan outputnya berdasarkan beberapa opsi yang dipilih oleh pengguna.








BAB IV

PEMBAHASAN


Renovasi bangunan dilakuan pada area Margarine untuk membuat ruangan baru. Dengan adanya renovasi bangunan, penulis di tugaskan untuk membuat panel gabungan dari panel votator dan panel schroder yang dapat mengontrol valve dan pompa secara otomatis melalui ruang operator yang baru agar operator tidak perlu keluar dari ruangan. Selain secara otomatis, operator juga bisa mengontrol valve dan pompa secara manual dalam satu panel yang sama.
 
Gambar 4.1 Valves pada tangki margarine
Proyek ini di mulai dengan mengukur jarak kabel yang akan di gunakan untuk menyambungkan panel votator dan panel schroder ke ruang operator dan menyiapkan panel kosong yang nantinya akan di letakkan di ruang operator. Setelah itu menyiapkan komponen-komponen yang akan di pasang di panel.
4.1    Bagian-bagian Pada Panel Margarine
Dalam proyek ini kita membutuhkan (1) Omron PLC seri CP1E; (2) Omron PLC Expansion CP1W; (3) Omron Counter H7BX; (4) Omron Power Supply; (5) Toggle Switch; (6) Selector Switch; (7) MCB; dan (8) Fuse.
No.
Komponen
Jumlah
1
1
2
1
3
2
4
1
5
7
6
2
7
1
8
4
Tabel 4.1 Daftar komponen
     Setelah semua komponen terkumpul dan di pasang, selanjutnya melakukan wiring menggunakan kabel kontrol 1,5mm dan kabel power 4mm.
 
Gambar 4.2 Panel setelah wiring
     Sesuai dengan namanya, counter pada panel ini berfungsi untuk menghitung berapa banyak minyak yang akan di masukkan ke tangki. Saat jumlah minyak sudah sesuai dengan apa yang di set, counter akan secara otomatis menutup valve tangki.
Toggle switch yang digunakan berjumlah 7 karena menyesuaikan dengan jumlah valve pada plant votator dan schroder. Untuk memilih votator atau schroder penulis disini menggunakan selector switch, sedangkan selector switch yang satunya lagi digunakan untuk selector auto atau manual.
Pada panel kontrol ini dibuat 2 selector, yaitu selector auto dan selector manual. Perbedaan selector manual dan selector auto adalah saat selector manual di pilih, pompa akan menjadi manual. Ini bertujuan saat salah satu plant tidak berjalan, pipa dari salah satu plant tadi akan di aliri angin guna membersihkan bekas minyak pada dinding pipa.
4.2 Program PLC Menggunakan CX-Programmer
     Setelah proses wiring selesai, sekarang waktunya untuk membuat program yang akan mengoprasikan PLC. Disini penulis menggunakan aplikasi Omron CX-Programmer karena PLC yang digunakan adalah PLC Omron.
Gambar 4.3 Seri CP1E
     Sebelum mulai membuat program, kita harus terlebih dahulu menentukan tipe atau seri PLC Omron yang kita gunakan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dalam proyek ini kita menggunakan Omron PLC seri CP1E seperti pada gambar diatas.
Gambar 4.4 Select auto dan manual
     Pertama kita buat program untuk selector auto manual lalu menambahkan alamat input dan memori. Alamat input auto adalah 2.03 dengan memori 200.00 dan manual 2.04 dengan memori 200.01.
Gambar 4.5 Select votator dan schroder
     Selanjutnya membuat program untuk selector votator schroder lalu menambahkan memori selector auto manual, alamat input dan memori. Alamat input votator adalah 0.01 dengan memori 202.00 dan schroder 0.02 dengan memori 202.01.
Gambar 4.6 Counter votator dan schroder
Counter set 1 votator dengan input 1.11 memori 203.00 berfungsi untuk menghitung ketika pompa pada plant votator berjalan. Sedangkan counter set 2 votator dengan input 2.00 memori 203.01 berfungsi untuk menghitung ketika valve pada plat votator berjalan.
Counter set 1 schroder dengan input 2.01 memori 203.02 berfungsi untuk menghitung ketika pompa pada plant schroder berjalan. Sedangkan counter set 2 schroder dengan input 2.02 memori 203.03 berfungsi untuk menghitung ketika valve pada plat schroder berjalan.

Gambar 4.7 Switch valves
Setiap plant memiliki jenis valve dan pompa yang sama namun memiliki memori yang berbeda. Alamat input valve PO votator adalah 0.02 dengan memori 202.02, valve CNO votator 0.3 dengan memori 202.03 dan valve ST votator 0.04 dengan memori 202.04. Sedangkan memori valve PO schroder adalah 202.09, valve CNO schroder 202.10 dan valve ST schroder 202.11.
Lalu tambahkan NCC pada switch valve TK1 dan TK2, agar pada saat salah satu switch valve ON, switch valve yang satunya tidak bisa di ON-kan. Tujuannya agar pengisian bisa lebih berfokus ke salah satu tangki saja.

Gambar 4.8 Program untuk pompa
Seperti namanya, program ini berfungsi untuk menjalankan motor pada pompa. Saat switch PO votator diaktifkan, valve open PO votator akan mengirimkan sinyal ke timer dengan settingan 5 detik. setelah timer menyala selama 5 detik, maka counter set 1 akan mulai menghitung dan kemudian motor PO akan berjalan. Valve CNO dan ST memiliki sistem kerja yang sama dengan valve PO.

BAB IV


PENUTUP



5.1 Kesimpulan

1. Dengan adanya panel margarine ini, operator dapat lebih mudah mengontrol valve dan pompa pada tangki margarine

2.    Counter pada panel ini berfungsi untuk menghitung berapa banyak minyak yang akan di masukkan ke tangki. Saat jumlah minyak sudah sesuai dengan apa yang di set, counter akan secara otomatis menutup valve tangki.

3. Perbedaan select auto dan select manual adalah saat mode auto di hidupkan, valve akan terbuka dan pompa akan berjalan ketika switch valve pada panel dinyalakan. dan saat mode manual di hidupkan, valve akan terbuka tapi pompa tidak berjalan ketika valve pada panel dinyalakan

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk PT. SMART Tbk.

1.    Untuk PT. SMART Tbk diharapkan agar bisa menjalin komunikas yang baik dengan pihak institusi kami setelah kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini selesai.
2.    Untuk PT. SMART Tbk  diharapkan agar bisa meningkatkan kerjasama yang baik dengan pihak institusi kami .
1.    Pihak institusi diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa dan mahasiswi yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan sebaik–baiknya, baik secara mental, spiritual maupun material yang berkenaan dengan perusahaan tempat mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Salah satunya pembekalan dalam penguasaan bahasa asing karena banyaknya referensi perusahaan yang berbahasa asing.
2.    Pihak institusi diharapkan mengadakan sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang hal yang mendasari danhal yang harus dicapai mahasiswa dari kegaiatan PKL ini, serta  format proposal dan  laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang sesuai dengan format dari institusi.
3.    Diharapkan instutisi melakukan peninjauan rutin antara pihak isntitusi dengan perusahaan baik melalui komunikasi telepon atau peninjauan langsung guna melihat perkembangan jalannya Praktik Kerja Lapangan (PKL).
1.    Sebaiknya mahasiswa meningkatkan kemampuan dalam berbahasa asing terutama bahasa asing, dikarenakan literature pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris.
2.    Selain mempersiapkan mental sebelum melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sebaiknya mahasiswa juga memperdalam hal spiritual yang bertujuan untuk lebih tahan mental dalam menghadapi suasana lingkungan kerja.
3.    Mahasiswa diharapkan mempersiapkan dasar materi yang diperoleh dari perkuliahan untuk diterapkan pada perusahaan tenpat Praktik Kerja Lapangan (PKL).
4.    Mahasiswa diharapkan mempersiapkan dasar materi yang diperoleh dari perkuliahan untuk diterapkan pada perusahaan tenpat Praktik Kerja Lapangan (PKL).




















DAFTAR PUSTAKA

1.        PT. SMART Tbk. 2015. “ SMART Agribusiness and Food “ http://www.smart-tbk.com/, diakses 20 Januari 2019
2.        Rekayasa Listrik. 2014. “ Apa itu PLC “ https://rekayasalistrik.wordpress.com/2014/08/26/apa-itu-plc/, diakses 20 Januari 2019
3.        Belajar Elektronika. 2016 “ Pengertian dan Fungsi Aplikasi PLC “ http://belajarelektronika.net/pengertian-fungsi-dan-aplikasi-plc/, diakses 20 Januari 2019
4.        Jago Otomasi. 2016 “ Perangkat Kendali Dasar “ http://jagootomasi.com/perangkat-kendali-dasar-pada-otomasi-industri/, diakses 21 Januari 2019


Latest
Previous
Next Post »